Era digital telah membawa perubahan dalam interaksi sosial generasi muda, di mana empati dan solidaritas sosial semakin terkikis akibat meningkatnya individualisme. Kegiatan "Youth Berbagi" di Panti Asuhan Yakobus Salatiga bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai empati dan kebersamaan melalui aksi berbagi kasih oleh pemuda gereja JKI Keluarga Kerajaan Salatiga dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana. Metode yang digunakan adalah service-learning, yang menggabungkan pengabdian masyarakat dengan refleksi pengalaman peserta. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa empati individu menjadi faktor utama dalam membangun solidaritas sosial, di mana interaksi langsung dengan anak-anak panti memperkuat keterikatan emosional dan kerja sama antar peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga memperkaya pengalaman peserta dalam memahami nilai-nilai sosial keagamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kesimpulannya, empati dan solidaritas dapat ditingkatkan melalui interaksi sosial yang bermakna, dan kegiatan berbasis pengabdian seperti "Youth Berbagi" dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli dan bertanggung jawab sosial.
Copyrights © 2025