Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana elemen humor dalam iklan digital memengaruhi sikap konsumen Generasi Z di Indonesia. Sebagai generasi digital native, Gen Z menunjukkan ketertarikan terhadap konten yang bersifat ringan, menghibur, dan relevan secara sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis persepsi dan reaksi Gen Z terhadap iklan humoristik di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Data diperoleh melalui observasi daring (netnografi) dan analisis konten iklan yang mencakup gaya humor, keterkaitan dengan produk, serta sensitivitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor dapat meningkatkan keterlibatan emosional, mendorong interaksi pengguna, dan memperkuat citra merek secara positif apabila dikemas dengan tepat. Namun, bentuk humor yang tidak sesuai, seperti humor ofensif atau tidak relevan dengan nilai budaya Gen Z, dapat menimbulkan persepsi negatif dan bahkan backlash digital. Penggunaan influencer dengan gaya humor yang sesuai juga terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik iklan. Meskipun keterlibatan tinggi tercipta, tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan niat beli. Oleh karena itu, humor dalam iklan harus dirancang secara strategis dan sensitif terhadap karakteristik audiens untuk menghasilkan dampak komunikasi yang optimal.
Copyrights © 2025