Bawang merah (Allium ascalonicumL.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan nasional yang fluktuatif harga maupun produksinya. Kandungan senyawa bawang merah sangat beragam, di antaranya lemak, protein, kalsium, fosfor, besi,vitamin B1 dan vitamin C. Kegunaan bawang merah juga untuk bumbu masak. Banyaknya manfaat bawang merah menjadikan pasar bawang merah sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh dosis POC Urin kelinci terhadap produksi 2 varietas tanaman bawang merah. 2). mengetahui dosis POC urin kelinci yang menghasilkan produksi dua varietas tanaman bawang merah terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia Jakarta pada bulan Desember sampai bulan Maret 2025. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri 2 Faktor dan 5 ulangan. Faktor I : Dosis POC urin kelinci (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu P0 = 0 ml/tanaman (kontrol), P1 = 100 ml/tanaman, P2 = 200 ml/tanaman, P3 = 300 ml/tanaman. Faktor II : Varietas Bawang Merah (B), terdiri atas 2 taraf, yaitu B1 = Varietas Bima, B2 = Varietas Tajuk. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis POC urin kelinci dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman, sedangkan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap diameter umbi. Varietas Tajuk memberikan diameter umbi yang lebih besar dari pada varietas Bima. Kata kunci: POC Urin Kelinci, Varietas, Bima, Tajuk , Produksi, Bawang Merah
Copyrights © 2025