Keberadaan vegetasi pada agroforestri tradisional di Kalimantan Barat yang disebut tembawang dengan struktur vegetasi yang menyerupai hutan alam memiliki fungsi sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi. Tembawang terbentuk dari tradisi masyarakat Dayak yang berpindah-pindah mengikuti pola ladang mereka. Penelitian ini dilakukan di Desa Peninsung, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai terbentuknya agroforestri tembawang dan pengelolaannya oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tembawang di lokasi penelitian, yaitu Tembawang Lebuk Buyu, Tembawang Seludan, dan Tembawang Binjai. Terbentuknya tembawang-tembawang ini berasal dari pemukiman yang mengikuti pola perladangan berpindah masyarakat setempat, jenis-jenis tanaman buah yang ditanam sebagai tanda kepemilikan lahan. Terdapat sebelas famili tanaman yang digunakan oleh masyarakat yaitu Moraceae, Lauraceae, Pyllanthaceae, Malvaceae, Mangiferaceae, Apocynaceae, Myrtaceae, Myristicaceae, Arecaceae, Pandanaceae, and Zingiberaceae. Tipe pengelolaan lahan bersifat komunal secara turun temurun sehingga pengelolaan tembawang juga dilakukan secara bersama-sama. Pengelolaan tembawang dalam hal ini lebih kepada pemanfaatan hasil tembawang secara subsisten.
Copyrights © 2025