Mengingat pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman, maka diperlukan suatu model pembelajaran seperti PBL untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Selain itu aspek lain yang turut mendukung adalah gaya belajar siswa. Dengan demikian, dilakukannya studi bertujuan melihat apakah terdapat dampak model pembelajaran, gaya belajar, serta interaksi keduanya bagi kemampuan pikir yang kritikal. Desain penelian ini adalah factorial experiment dengan pengambilan sampel cluster random sampling. Pelaksanaan penelitiannya ialah pada SMAN 2 Tambang dengan populasi kelas XI dan sampel kelas XI Merdeka 4 dan XI Merdeka 12. Dari hasil posttest yang telah dihitung menunjukkan tidak ditemukan perbedaan besar antara kelas yang mengikuti pembelajaran konvensional serta model PBL bagi kemampuan berpikir kritis. Selain itu, ditinjau dari gaya belajar tidak ditemukan perbedaan daya pikir kritis matematis. Kemudian, tidak ditemukan interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar bagi daya pikir kritis matematis. Kesimpulannya ialah PBL dan/atau gaya belajar tak memberi dampak besar bagi kemampuan berpikir kritis matematis terkhususnya di SMAN 2 Tambang.
Copyrights © 2025