Mekanisme koping sebagai respon seseorang terhadap situasi stres atau tekanan menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dalam mengolah dan memanfaatkan informasi secara efektif. Sebaliknya, seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung menggunakan mekanisme koping maladaptif seperti penghindaran. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur medis yang akan dijalani dan memungkinkan mereka untuk menggunakan mekanisme koping yang lebih adaptif dalam mengelola rasa cemas. Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi di RSUD Wonosari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 76 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi memiliki hubungan dibuktikan dengan uji spearman rank didapatkan hasil p value = 0,00 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan mekanisme koping pasien preoperasi di RSUD Wonosari. Peneliti selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan pelaksanaan penelitian di ruang bedah, mengingat waktu yang relatif lebih panjang sehingga memungkinkan pengumpulan data yang lebih.
Copyrights © 2025