Pendidikan agama Islam pada masa kanak-kanak memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Namun, orang tua menghadapi berbagai hambatan dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak, seperti kesibukan, pengaruh lingkungan sosial, dan media sosial yang semakin berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tehnik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi terhadap orang tua yang anaknya aktif mengikuti kegiatan di Mesjid Tuha, bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendidikan agama anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesibukan orang tua menjadi faktor utama yang membatasi waktu dan kualitas pendidikan agama di rumah. Selain itu, pengaruh lingkungan sosial yang beragam dan kurang mendukung, serta paparan media sosial dengan hasil yang tidak selalu cocok dengan nilai-nilai Islam, turut menghambat proses penanaman nilai agama pada anak-anak. Hambatan-hambatan tersebut memerlukan strategi dan dukungan dari keluarga, lembaga keagamaan, serta masyarakat agar pendidikan agama Islam dapat berjalan optimal, walaupun terdapat berbagai hambatan yang kompleks, peran aktif orang tua dalam mengatur waktu, memilih lingkungan sosial yang positif, serta memanfaatkan teknologi secara bijak sangat penting untuk keberhasilan pendidikan agama Islam bagi anak-anak sejak dini. Sinergi antara keluarga dan lingkungan menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Copyrights © 2025