Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMPN 5 Pekanbaru. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan budaya dalam proses pembelajaran, diharapkan terdapat peningkatan dalam keaktifan siswa sehingga nantinya akan berdampak pula pada peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitaif yang dilihat dari dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Populasi dan sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIII 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pendekatan CRT terhadap keaktifan siswa. Hasil ini terlihat dari analisis data pada variabel X dan Y yang menunjukkan bahwa siswa telah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan CRT oleh guru dan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan terhadap keaktifan mereka dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CRT. Hasil uji F juga menunjukkan adanya pengaruh antar pembelajaran dengan pendekatan CRT terhadap keaktifan siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0.041<0,050 yang bermakna adanya pengaruh yang signifikan antar variabel dan nilai Fhitung sebesar 4.537 > dari nilai Ftabel sebesar 4.149.
Copyrights © 2025