PT. Jasa Raharja Surabaya harus melakukan restrukturisasi (penataan kembali) dan reformasi dengan harapan akan adanya perubahan yang berkelanjutan. Pengelolaan pegawai yang tepat akan menciptakan kinerja pegawai yang tinggi yang nantinya akan mendorong peningkatan kinerjanya. Tetapi PT. Jasa Raharja Surabaya menghadapi permasalahan pada penurunan kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan dari standar kerja yang ditentukan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya dengan emotional intelligence, self efficacy dan interpersonal communication Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai PT. Jasa Raharja Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis PLS. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dan tujuan yang hendak dicapai dari penelitian, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Hasil analisis diperoleh emotional intelligence tidak memiliki kontribusi terhadap motivation. Self efficacy tidak memiliki kontribusi terhadap motivation. Interpersonal communication memiliki kontribusi terhadap motivation. Emotional intelligence tidak memiliki kontribusi terhadap Performance. Hasil analisis diperoleh self efficacy tidak memiliki kontribusi terhadap Performance. Interpersonal communication memiliki kontribusi terhadap Performance. Hasil analisis diperoleh motivation memiliki kontribusi terhadap Performance, dan variabel interpersonal communication memberikan efek tidak langsung terbesar terhadap Performance melalui motivation . Hal tersebut menunjukkan bahwasannya interpersonal communication akan semakin meningkat ketika melalui motivation.
Copyrights © 2023