Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir dengan manfaat ekologi dan ekonominya yang beragam. Fungsi hutan mangrove berperan dalam mendukung sektor perikanan, yang merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir salah satunya di Desa Babalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi nelayan tentang fungsi hutan mangrove serta menghitung nilai ekonomi pemanfaatan sumber daya perikanan di ekosistem hutan mangrove Desa Babalan. Penelitian dilakukan dari bulan April – Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pendekatan Effect on Production (EOP), yang mengukur kontribusi ekosistem mangrove terhadap produktivitas perikanan tangkap dan tambak. Data diperoleh melalui wawancara dengan 30 orang nelayan tangkap dan 30 orang petani tambak. Persepsi nelayan tangkap lebih tinggi dibandingkan petani tambak terkait fungsi ekologis mangrove kecuali untuk spawning ground. Persepsi kedua kelompok tersebut masih rendah untuk fungsi mangrove sebagai penyerap bahan pencemar. Nilai ekonomi ekosistem hutan mangrove dari kegiatan perikanan tangkap sebesar Rp252.473.749 per tahun dan dari kegiatan tambak sebesar Rp27.771.070 per tahun, sehingga nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Desa Babalan mencapai Rp280.244.819 per tahun.
Copyrights © 2025