Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implemetasi cyber public relations yang diterapkan oleh Global Teaching Program (GTP) dalam menarik minat generasi muda Indonesia untuk bergabung sebagai volunteer dalam program internasional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis konten media sosial, dan dokumentasi pendaftaran volunteer. hasil penelitian menunjukan bahwa GTP secara aktif mengoptimalkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan testimoni alumni untuk menyampaikan informasi program,membangun citra positif, serta mendorong keterlibatan audiens. Strategi ini mencerminkan penerapan empat fungsi utama cyber public relation yaitu informing, persuading, relating, dan empowering. Temuan juga menunjukan bahwa faktor external, seperti isu kepercayaan negara tujuan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kampanye digital. Penelitian ini menegaskan bahwa cyber public relations tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga dapat menjadi strategi komunikasi yang bisa membangun komunitas relawan secara berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi digital organisasi nirlaba dalam konteks kerelawanan internasional.
Copyrights © 2025