Balale' : Jurnal Antropologi
Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025

Hibriditas Makanan Tradisional Masyarakat Solo sebagai Identitas Pascakolonial

Putra, Galuh Febri (Unknown)
Darmawan, Diaz Restu (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 May 2025

Abstract

Artikel ini membahas tentang budaya gastronomi tradisional di Indonesia, khususnya di kota Solo, sebagai refleksi dari identitas pascakolonial yang kompleks. Gastronomi di Indonesia tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga sistem pengetahuan yang mencerminkan sejarah dan kearifan lokal. Pengaruh kolonialisme, terutama dari Belanda, telah membentuk cara masyarakat Solo dalam mengolah dan menyajikan makanan, menciptakan hidangan-hidangan yang menunjukkan hibriditas antara tradisi lokal dan pengaruh asing. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, artikel ini ingin mengeksplorasi bagaimana kuliner-kuliner yang ada di Solo berfungsi sebagai alat perlawanan terhadap kolonialisme dan sebagai ekspresi identitas budaya. Hidangan seperti Selat Solo dan Tengkleng mencerminkan adaptasi dan inovasi kuliner yang muncul dari kondisi sosial dan ekonomi yang sulit. Selain itu, artikel ini juga ingin menyoroti pentingnya kuliner sebagai simbol ketahanan budaya dan alat pemberdayaan ekonomi di era pascakolonial. Dengan melestarikan makanan tradisional, masyarakat Solo tidak hanya melestarikan warisan budaya mereka tetapi juga membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

BALELE

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Balale merupakan istilah dari bahasa Dayak Kanayatn dan Melayu Sambas serta Melayu Mempawah, yang memiliki arti kegiatan gotong royong dalam suatu pekerjaan secara bergilir, khususnya pada aktifitas perladangan sejak menentukan lokasi berladang hingga panen. Balale adalah tata nilai kehidupan sosial ...