Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan konsumen terhadap TikTok Shop sebagai alternatif belanja offline, dengan fokus pada pengalaman dan kepuasan pengguna. Dengan berkembangnya model bisnis "shoppertainment" yang menggabungkan aspek hiburan dan belanja daring, TikTok Shop telah muncul sebagai fenomena yang mengubah paradigma perilaku konsumsi di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai dimensi pengalaman pengguna pada platform TikTok Shop, termasuk aspek kehadiran sosial, nilai konsumsi, proses integrasi informasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan kepuasan konsumen berdasarkan kerangka teoretis seperti Technology Acceptance Model, Stimulus-Organism-Response Model, dan Expectation-Confirmation Theory. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa keunikan TikTok Shop terletak pada kemampuannya menawarkan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan immersive melalui integrasi konten video pendek, fitur live streaming, dan algoritma personalisasi, yang secara signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna. Meskipun TikTok Shop menawarkan kenyamanan, akses ke produk beragam, dan pengalaman sosial yang kaya, terdapat tantangan terkait kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan keterbatasan pengalaman sensorik dibandingkan belanja offline. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami transformasi perilaku belanja di era digital dan implikasi praktis bagi pengembangan strategi pemasaran yang efektif serta kebijakan perlindungan konsumen dalam ekosistem social commerce yang terus berkembang, Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok Shop berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna sebagai alternatif belanja offline, dengan pengaruh positif pada aspek kenyamanan dan personalisasi, namun negatif pada kepercayaan produk dan pengalaman sensorik.
Copyrights © 2025