Ringkasan: Latar belakang: Skrining TB anak menggunakan sistem skoring yang direkomendasikan sejak 2005, namun tidak semua fasilitas kesehatan memiliki fasilitas uji tuberkulosis dan foto thoraks yang merupakan parameter skoring TB anak, menyebabkan underdiagnosis TB anak. Diperlukan inovasi instrumen skrining penularan TB pada anak. Tujuan: Menganalisis pengembangan instrumen skrining risiko penularan TB paru pada anak di wilayah pesisir. Metode: Penelitian Research and Development (R&D) yang diuji kelayakan oleh pakar bahasa, pakar keperawatan anak, dan 25 perawat pengguna instrumen di PKM Motui yang dipilih menggunakan total sampling. Hasil: Uji kelayakan instrumen menunjukkan validasi pakar bahasa 93%, pakar spesialis keperawatan anak 85%, dan pengguna 95%. Semua aspek penilaian menunjukkan kategori layak dengan predikat baik hingga sangat baik untuk implementasi skrining TB anak. Simpulan: Instrumen skrining risiko penularan TB pada anak telah valid dan layak digunakan untuk mendeteksi TB pada anak dengan anggota keluarga terdiagnosis TB paru berdasarkan validasi multistakeholder. Saran: Instrumen dapat diimplementasikan sebagai skrining awal TB anak namun memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan untuk konfirmasi diagnosis definitif.
Copyrights © 2025