Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi masyarakat pesisir di Desa Leppe’ yang selama ini menjadi sasaran program penjangkauan dan pemberdayaan dari berbagai lembaga. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, perubahan signifikan dalam perspektif dan perilaku masyarakat masih terbatas, dengan berbagai masalah sosial seperti pernikahan dini, putus sekolah, dan sampah pesisir yang masih ada. Dengan menggunakan pendekatan etografi evaluatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen, dengan analisa tematik. Temuan penelitian menunjukan program-program tersebut tidak memiliki analisis kebutuhan yang tepat dan hanya melibatkan sebagian kecil masyarakat dan cenderung mengikuti model komunikasi satu arah dan tidak ada evaluasi tindak lanjut. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan partisipatif, di mana masyarakat secara aktif terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Perubahan perilaku harus berasal dari dalam, dengan masyarakat berperan sebagai agen perubahan, bukan penerima pasif. Temuan ini menyoroti perlunya strategi penjangkauan yang lebih disesuaikan untuk mendorong perbaikan berkelanjutan berdasarkan inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui pendekatan konseling.
Copyrights © 2025