Tradisi adalah segala sesuatu yang turun temurun, yang terjadi atas interaksi antara klan yang satu dengan klan yang lain yang kemudian membuat kebiasaan-kebiasaan satu sama lain yang terdapat dalam klan itu kemudian berbaur menjadi satu kebiasaan. Tulisan ini menyingkap makna-makna simbol budaya yang terdapat dalam tradisi Saparan di Desa Cukilan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Nilai-nilai yang terkandung perlu diungkap untuk mendapatkan makna yang mungkin memiliki relevansi kepentingan dengan orang tertentu atau kelompok secara umum. Penelitian lapangan dilakukan untuk merekonstruksi dan menganalisis tradisi masyarakat Islam Jawa dalam bentuk tradisi Saparan . Untuk memperoleh hasil obyektif, metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan historis, fenomenologi, dan etnografi.
Copyrights © 2015