Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dan meningkatkan kompleksitas kehidupan, khususnya bagi remaja. Selain memberikan kemudahan akses kebutuhan hidup, kemajuan ini juga menyebabkan pergeseran nilai budaya dan perubahan dalam berbagai aspek, seperti aturan, keterampilan, hubungan antarwilayah, serta pola interaksi manusia. Permasalahan remaja pun semakin kompleks, terutama terkait perkawinan diusia muda, NAPZA dan kekerasan seksual, apalagi jumlah remaja di Indonesia sangat besar di era bonus demografi saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang terencana agar potensi remaja dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Kegiatan edukasi yang dilakukan bertujuan memberikan informasi tentang penyiapan kehidupan berkeluarga, pendewasaan usia perkawinan, keterampilan hidup, serta pelayanan konseling dan rujukan bagi remaja tingkat SMA/SMK. Edukasi pendewasaan usia perkawinan, NAPZA, dan kekerasan seksual sangat penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa remaja. Keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan agar edukasi ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025