Penelitian ini mengkaji dampak historis dan sosial-ekonomi pembangunan Bendungan Air Gegas di Kecamatan Sukakarya pada rentang tahun 1987 hingga 1990. Bendungan ini merupakan bagian dari kebijakan pembangunan Orde Baru yang menekankan swasembada pangan dan redistribusi penduduk melalui program transmigrasi. Pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto secara sistematis menjalankan pembangunan infrastruktur irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan nasional dan mengarahkan perpindahan penduduk dari Jawa ke luar Jawa guna memeratakan beban demografis dan membuka lahan-lahan pertanian baru. Kebijakan ini dilandasi oleh Undang-Undang No. 9 Tahun 1975 tentang Keproyekan Transmigrasi dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 1986 tentang Peningkatan Produksi Pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan bendungan ini dilatarbelakangi program swasembada pangan nasional dan dibarengi dengan transmigrasi. Meskipun dirancang untuk mendukung sektor pertanian lokal, realisasinya tidak berjalan sesuai rencana. Kerusakan pada pintu air dan kurangnya pemeliharaan menyebabkan sistem irigasi tidak berfungsi optimal, sehingga dampaknya terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat tidak signifikan. Akibatnya, terjadi pergeseran pola mata pencaharian dan perubahan sosial di masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat lokal.
Copyrights © 2025