Irwansyah, Yadri
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEARIFAN PANGERAN ASIR DI KAWEDANAN RUPIT RAWAS TAHUN 1922 – 1942 Susilo, Agus; Irwansyah, Yadri
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 1 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i12021p141-153

Abstract

Due to the Dutch campaign, there were many of territories of the Sultanate Palembang which fell into colonial power. Subsequently, there was a change in the status of Palembang from an indigenous polity of sultanate into a residency under the Dutch colonial empire, which also had an impact to kawedanan region. One of these regions was Kawedanan Rupit Rawas. This region was led by a local elite, Prince Asir. This study aims to elaborate the wisdom of Prince Asir led the Kawedanan Rupit Rawas in 1922-1942. For the purpose of this study, the data were gathered from literature and oral history. Then, all the data were verified and criticized both internally and externally. Next, the data and facts were interpreted to seek conclusions. Lastly, the writing of historical narrative. There are some interesting findings in this research. First, Prince Asir was a local elite who was granted the title of prince by the Dutch colonial power. He was appointed by the Dutch to govern Kawedanan Rupit Rawas due to his charisma and willingness to work with the Dutch. Second, during his administration, Prince Asir used his position and power to improve people’s welfare. Dengan takluknya Kesultanan Palembang ke Belanda, banyak wilahnya yang jatuh ke tangan pemerintah colonial. Hal ini berdampak pada status Palembang dari kesultanan menjadi sebuah karesidenan di bawah pemerintah colonial. Konseskuensinya, terjadi perubahan pula di tingkat yang lebih rendah yaitu kawedanan. Salah satu kawedanan yang terdampak adalah Rupit Rawas yang dipimpin oleh seirang elit lokal bernama Pangeran Asir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kearifan Pangeran Asir dalam memimpin Kawedanan Rupit Rawas pada 1922-1942. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui studi literatur dan sejarah lisan. Selanjutnya, data yang dikumpulkan melalui tahap verifikasi dan kritik eksternal dan internal untuk kemudian diinterpretasi. Tahap terakhir yaitu penulisan sejarah atau historiografi secara naratif.  Ada beberapa temuan yang menarik dalam penelitian ini. Pertama, Pangeran Asir adalah elit lokal yang diberi gelar pangeran oleh pemerintah colonial Belanda. Ia ditunjuk oleh pemerintah kolonial untuk memimpin Kawedanan Rupit Rawas karena memiliki kharisma dan bersedia bekerjasama dengan Belanda. Kedua, selama masa pemerintahannya, Pangeran Asir menggunakan posisi dan kekuasaannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kata Kunci: Pangeran Asir, Rupit Rawas, elit lokal, pemerintah kolonial 
KERAMIK-KERAMIK CINA KUNO DI SITUS MEGALITIK ULAK LEBAR KOTA LUBUKLINGGAU Irwansyah, Yadri
Danadyaksa Historica Vol 5, No 1 (2025): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v5i1.9900

Abstract

Situs Megalitik Ulak Lebar adalah situs yang berasal dari masa Islam, dimana batu-batu menhir berpasangan telah berubah fungsi menjadi nisan makam, situs Megalitik Ulak Lebar merupakan bekas pemukiman kuno yang berasal dari Abad XVII M masa Kesultanan Palembang Darussalam. Di situs Ulak Lebar sendiri banyak ditemukan pecahan-pecahan keramik Cina dan beberapa jenis gerabah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, tahapan-rahapan heuristik, Kritik, Atau Verivikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Tujuan dari penulisan artikel ini memberikan informasi dan gambaran mengenai sebaran keramik-keramik Cina yang sampai di wilayah Pedalaman Palembang. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa keramik-keramik Ulak Lebar berasal dari era Dinasti Sung (Abad X M), Dinasti Ching (Abad XVII M) dan Dinasti Ming (Abad XVIII M). 
Penguatan Kompetensi Mahasiswa Calon Guru Sejarah melalui Pendampingan Lapangan Berbasis Wisata Edukasi di Sumatra Barat Sarkowi, Sarkowi; Amsara, Yeni; Susilo, Agus; Sofiarini, Andriana; Irwansyah, Yadri; Isbandiyah, Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3497

Abstract

Mahasiswa calon guru sejarah perlu memiliki kompetensi pedagogis dan wawasan kontekstual yang kuat agar mampu mengembangkan pembelajaran sejarah yang bermakna dan relevan. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan lapangan berbasis wisata edukasi pada situs-situs sejarah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru sejarah melalui keterlibatan langsung dalam praktik lapangan berbasis wisata edukasi di Sumatra Barat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi persiapan materi pembelajaran sejarah lokal, pelaksanaan kunjungan edukatif ke situs sejarah, serta refleksi dan evaluasi hasil kegiatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks sejarah lokal, merancang pembelajaran kontekstual, dan mengembangkan media ajar berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah. Praktik lapangan berbasis wisata edukasi terbukti efektif sebagai media penguatan kompetensi calon guru sejarah. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengembangan pendidikan sejarah.
Aspek Historis Dan Sosial-Ekonomi Terhadap Pembangunan Bendungan Air Gegas Pada Masyarakat Sukakarya Tahun 1987-1990 Kamil; Sarkowi; Irwansyah, Yadri
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i1.11750

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak historis dan sosial-ekonomi pembangunan Bendungan Air Gegas di Kecamatan Sukakarya pada rentang tahun 1987 hingga 1990. Bendungan ini merupakan bagian dari kebijakan pembangunan Orde Baru yang menekankan swasembada pangan dan redistribusi penduduk melalui program transmigrasi. Pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto secara sistematis menjalankan pembangunan infrastruktur irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan nasional dan mengarahkan perpindahan penduduk dari Jawa ke luar Jawa guna memeratakan beban demografis dan membuka lahan-lahan pertanian baru. Kebijakan ini dilandasi oleh Undang-Undang No. 9 Tahun 1975 tentang Keproyekan Transmigrasi dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 1986 tentang Peningkatan Produksi Pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan bendungan ini dilatarbelakangi program swasembada pangan nasional dan dibarengi dengan transmigrasi. Meskipun dirancang untuk mendukung sektor pertanian lokal, realisasinya tidak berjalan sesuai rencana. Kerusakan pada pintu air dan kurangnya pemeliharaan menyebabkan sistem irigasi tidak berfungsi optimal, sehingga dampaknya terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat tidak signifikan. Akibatnya, terjadi pergeseran pola mata pencaharian dan perubahan sosial di masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat lokal.
The Effect of the Snowball Throwing Learning Model on the Learning Outcomes of Grade X Students Yani, Amiya Linda; Sarkowi, Sarkowi; Irwansyah, Yadri
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.853

Abstract

Education is the main foundation in forming quality and competitive human resources. In the context of learning in schools, the success of the educational process can be measured through the achievement of student learning outcomes. This study aims to examine the effect of the Snowball Throwing learning model on the learning outcomes of class X students at SMAN 5 Lubuklinggau City on the Dongson Culture material. This research method uses a quantitative approach with a pre-test post-test control group design with samples of the experimental class (XE8) and the control class (XE4). Data were collected through multiple choice tests and analyzed using the t-test after first being tested for normality and homogeneity. The results showed a significant effect of the Snowball Throwing learning model on improving student learning outcomes (t-count = 80.09; t-table = 2.021; α = 0.05). The experimental class using the Snowball Throwing model experienced a more significant increase in learning outcomes than the control class using conventional methods. Therefore, the Snowball Throwing learning model is recommended as an alternative effective learning model to improve student learning outcomes in the History subject.
Stone Monuments of Islam: Cultural Leaps and Acculturation at Ulak Lebar Lubuklinggau Irwansyah, Yadri; Karim, Muhammad Abdul; Maharsi, Maharsi
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v7i2.18720

Abstract

Religion and culture are two elements that constantly interact in shaping human civilisation, including in the context of Indonesian local culture. The megalithic site of Ulak Lebar in Lubuklinggau City is one cultural heritage site that shows traces of the encounter between local traditions and Islamic influences. This article aims to reveal the process of socio-cultural change that occurred through the interaction between megalithic traditions and Islamic teachings at the site. This study uses historical methods through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study indicate that there has been a balanced cultural acculturation between megalithic and Islamic cultures, resulting in a unique cultural product in the form of Islamic menhirs paired menhirs used as grave markers. This finding indicates a cultural leap, in which Hindu-Buddhist culture, which generally served as a transitional phase in other regions, did not play a significant role in Ulak Lebar. This acculturation occurred because the megalithic tradition was deeply rooted in the community, while Islam arrived through an inclusive approach to power via the Sultanate of Palembang. This research contributes to the study of local cultural history, particularly in understanding the dynamics of cultural integration in the inland regions of South Sumatra, and underscores the importance of preserving cultural heritage in the context of social change.
DAMPAK PENJAJAHAN JEPANG DALAM BIDANG SOSIAL - BUDAYA DI INDONESIA 1942-1945 Titania, Tiara -; Irwansyah, Yadri; Wulansari, Ratna
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 1 (2025): VOLUME 8 NUMBER 1 JULY (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i1.7609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Dampak Penjajahan Jepang dalam Bidang Sosial Budaya di Indonesia 1942-1945. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah ( Historis ). Langkah-langkah yang digunakan antara lain: Heuristik , Kritik sumber, Interpretasi , dan Historiografi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bidang sosial, penjajahan Jepang memberikan dampak yang mendalam. Praktik romusha (kerja paksa) menyebabkan penderitaan fisik dan mental yang meluas di kalangan rakyat Indonesia, sementara fenomena jugun ianfu  (wanita penghibur paksa) menimbulkan trauma psikologis dan sosial yang berkepanjangan bagi para korbannya. Di sektor pendidikan, meskipun Jepang memperkenalkan beberapa sistem baru, tujuan lebih lanjut condong pada indoktrinasi dan mobilisasi massa untuk mendukung kepentingan perang mereka, yang pada gilirannya turut membentuk karakter generasi muda saat itu. Dalam bidang budaya, Jepang berusaha mengikis identitas lokal dan menanamkan nilai-nilai Jepang. Dan Praktik seikeire (penghormatan kepada Kaisar Jepang) dipaksakan sebagai bentuk loyalitas. Namun, di sisi lain, periode ini juga secara tidak langsung memicu perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan yang semakin kuat, sekaligus memperkenalkan sejumlah pemahaman dan konsep dari bahasa Jepang yang masih digunakan hingga kini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun singkat, penduduk Jepang meninggalkan warisan kompleks yang membentuk dinamika sosial dan budaya Indonesia pascakemerdekaan. 
ANALISIS NILAI-NILAI TRADISI RITUAL DAN SPIRITUAL KERIO AGUNG DI BUKIT LAYANG DESA BUKIT ULU KECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Sari, Nindia; Irwansyah, Yadri; Sustianingsih, Ira Miyarni
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/istoria.v9i2.257

Abstract

Indonesia merupakan bangsa besar, kaya akan kebudayaan yang terbesar di seluruh daerah Indonesia. Berbagai macam tradisi yang ada pada masyarakat secara umum yaitu menggambarkan siklus kehidupan selalu didasari kepercayaan dan sifat sakral, sehingga membuat masing-masing suku memiliki kecendrungan menjalani berbagai tradisi suku mereka masing-masing seperti Ritual dan Spiritual Kerio Agung Bukit Layang Desa Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Tradisi Ritual dan Spiritual pada masyarakat Desa Bukit Ulu ini sudah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu, ritual dan spiritual ini merupakan bagian dari tradisi suku kerio yang mendiami wilayah tersebut, ritual tersebut biasanya dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, pemujaan leluhur, dan ungkapan syukur atas hasil panen serta kesejahteraan masyarakat. Metode Penelitian pada penelitian ini adalah penelitian jeni skualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung pada obyek yang diteliti guna melengkapi informasi yang dibutuhkan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara Dalam penelitian kualitatif uji keabsahan data menggunakan Uji kreabilitas Uji Transferabilitas,Uji Dependability (ketahanan), dan Uji confirmability.
Arus Balik Kekuasaan Sriwijaya: Relasi Ekonomi-Politik dan Agama Jalur Perdagangan Daerah Uluan Irwansyah, Yadri
SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Vol 6 No 1 (2024): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/sindang.v6i1.2636

Abstract

ABSTRACT This research is a paper about the Backflow of Srivijaya Power: Economic-Political and Religious Relations of the Uluan Trade Route. The purpose of this research is to find out what Sriwijaya's archaeological remains are in the Uluan region and why Sriwijaya also focused on trade and religious propagation missions in the Uluan region, especially Lubuklinggau, Musi Rawas and Muratara. Efforts to answer the problems and analysis in this paper are pursued with historical methods through processes and procedures starting from heuristics, then criticizing sources and verifying relevant sources. Then after going through the process of analyzing and interpreting historical facts, the last stage is historiography. From this research, the author found that there was an economic-political and religious relationship when Sriwijaya tried to instill its hegemony and influence in the Uluan area. Sriwijaya started the mission of spreading religion as an instrument to secure its political-economic interests in the Uluan region, related to the supply of trade commodities and spices needed by Sriwijaya at that time. The conclusion of this paper is that the efforts made by Srivijaya in instilling its hegemony and influence in the Uluan area were a countercurrent to Srivijaya's power itself, which was originally the ruler of the international trade route and then had an interest in fully controlling the Uluan area which was rich in spices and Srivijaya's leading commodity at that time. As for the recommendations of this paper, in the future researchers, activists and historical writers can also focus their research and writing on the glory and influence of the Srivijaya Kingdom in the Uluan area which is still very minimal, so that the balance of information and narratives about Sriwijaya can be studied proportionally.
Aktualisasi Wacana Critical Pedagogy Menuju Pendidikan Inklusif Irwansyah, Yadri
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/03102.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana jika wacana critical pedagogy di aktualisasikan dapat membentuk satu model pendidikan baru yang lebih inklusif sekaligus anti diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang sulit mendapat akses pendidikan karna keterbatasan biaya dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus secara fisik. Penelitian ini merupakan penelitian literatur dengan mengumpulkan dan mengkaji sumber-sumber referensi buku dan tulisan-tulisan lain yang relevan terhadap penelitian ini. Dengan jalan menganalisis dan meyimpulkan antara teori dan temuan fakta di lapangan. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa critical pedagogy adalah satu konsep kritis dalam pendidikan yang menginginkan semua unsur yang terlibat dalam institusi pendidikan dari mulai penyelenggara administrasi pendidikan, pendidik dan peserta didik dosen-mahasiswa, guru – murid harus memiliki pemahaman tentang critiqal pedagogy agar mampu membaca dan melihat fenomena-fenomen yang terjadi di dunia pendidikan kita pada hari ini, tidak hanya berdiam diri dan berpangku tangan terhadap masalah-masalah pendidikan saat ini, agar praktek-praktek eksklusi terhadap peserta didik bisa di tekan. Hasil dari rekomendasi pemahaman tersebut adalah kebijakan-kebijakan yang terukur terhadap mereka yang kekurangan biaya dan kelompok yang memiliki kebutuhan khsusus.