Dalam dunia akademis, para akademisi, peneliti, dan mahasiswa telah menggunakan Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT untuk menyelesaikan berbagai tugas akademis dan non-akademis mereka, termasuk menulis esai, menulis pidato formal dan informal, meringkas literatur, dan menghasilkan ide. Namun, penggunaan ChatGPT dalam penelitian akademis masih menjadi isu yang kontroversial. Baru-baru ini, dampaknya terhadap penelitian dan publikasi akademis telah diteliti. Tujuan mendasar dari penelitian ini adalah untuk menyoroti penerapan ChatGPT dalam penelitian akademis dengan menunjukkan contoh praktis dengan beberapa rekomendasi. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan, situs web, blog, dan artefak visual dan numerik. Kami telah menganalisis, mensintesis, dan mendeskripsikan data yang kami kumpulkan dengan menggunakan “tinjauan literatur pengantar”. Temuan ini mengungkapkan bahwa untuk menghasilkan ide awal untuk penelitian ilmiah akademis, ChatGPT dapat menjadi alat yang efektif. Namun, dalam hal sintesis literatur, kutipan, pernyataan masalah, kesenjangan penelitian, dan analisis data, para peneliti mungkin menghadapi beberapa tantangan. Oleh karena itu, dalam kasus-kasus ini, para peneliti harus berhati-hati dalam menggunakan ChatGPT dalam penelitian akademis. Mempertimbangkan potensi aplikasi dan konsekuensi dari ChatGPT, adalah suatu keharusan bagi komunitas akademik dan ilmiah untuk membuat pedoman yang diperlukan untuk penggunaan LLM yang tepat, terutama ChatGPT, dalam penelitian dan penerbitan.
Copyrights © 2025