Aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur meninggalkan persoalan lingkungan berupa lubang-lubang bekas tambang batubara yang tersebar luas dan belum termanfaatkan secara produktif. Artikel ini mengeksplorasi sistem pertanian tradisional chinampas dari Meksiko sebagai pendekatan alternatif dalam pengelolaan lahan terdegradasi. Metode studi pustaka digunakan untuk mengkaji potensi adaptasi chinampas dalam konteks ekologi dan sosial Kalimantan Timur, khususnya dalam kaitannya dengan ketahanan pangan dan pemulihan fungsi lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik pertanian berbasis air dan bahan organik dalam sistem chinampas memiliki relevansi tinggi sebagai solusi pemulihan lahan dan peningkatan ketersediaan pangan secara lokal. Selain itu, pemanfaatan lubang bekas tambang sebagai lahan terapung juga berpotensi menekan laju deforestasi yang kerap dilakukan untuk membuka lahan pertanian baru. Kajian ini turut menyoroti hasil penelitian terkini mengenai pengelolaan air asam tambang menjadi air layak pakai, yang membuka peluang pemanfaatan void tambang tidak hanya untuk pertanian terapung, tetapi juga sebagai sumber air bersih yang mendukung keberlanjutan ekosistem pascatambang.
Copyrights © 2025