Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kedudukan perempuan dalam Al-Qur’an dengan menggunakan model penafsiran Amina Wadud. Perempuan selalu berada dalam posisi yang tidak mengenakan. Selalu dinomor duakan dan terbelakang dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena budaya patriarki yang masih ada di sekitar masyarakat. Menganggap peran laki-laki yang paling berpengaruh besar dibandingkan perempuan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif, yakni penelitian yang menampilkan datanya melalui penyusunan kalimat. Metodologi yang diterapkan adalah metode deskriptif, artinya sumber yang di dapat berasal dari kata-kata, gambar, dan informasi yang diperoleh dari buku, jurnal, juga karya ilmiah serupa. Dari sini menemukan hasil bahwa dalam al-Qur'an, baik pria maupun wanita diberi hak yang sama dalam berbagai hal, termasuk dalam masalah warisan dan peran sosial. Amina Wadud, sebagai tokoh feminis Muslim, berkontribusi dengan menafsirkan al-Qur'an dari perspektif perempuan, bertujuan untuk menegakkan keadilan gender dan menghilangkan diskriminasi terhadap wanita dalam masyarakat Islam.
Copyrights © 2025