Rhodomyrtus tomentosa, yang dikenal sebagai karamunting, menarik perhatian karena potensi perannya dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2), yaitu gangguan metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Studi ini mengkaji potensi antidiabetes dari R. tomentosa melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2013 hingga 2023. Data dikumpulkan dari berbagai basis data terpercaya seperti Google Scholar, PubMed, NCBI, Scopus, dan Elsevier, dengan total 11 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai ekstrak daun R. tomentosa—etanol, air, infusa, dan mikroemulsi—efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan sekresi insulin, serta memperbaiki jaringan pankreas pada model hewan. Senyawa bioaktif yang berperan antara lain flavonoid, saponin, tanin, fenol, tectoridin, dan engeletin. Mekanisme kerjanya meliputi aktivitas antioksidan, penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, serta stimulasi produksi insulin. Meskipun hasil praklinis menjanjikan, diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapeutiknya pada manusia
Copyrights © 2025