Kemarahan yang tidak terkelola dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental. Emosi ini diketahui berperan dalam meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, pencernaan, sistem imun, serta memengaruhi sistem pernapasan, otak, dan kesehatan mental secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak fisiologis kemarahan terhadap berbagai sistem organ dalam tubuh dan mengidentifikasi strategi pengelolaan emosi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis terhadap studi-studi terkini yang membahas hubungan antara kemarahan dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemarahan kronis dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, peradangan kronis, serta gangguan imun yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit autoimun. Selain itu, kemarahan berulang juga dikaitkan dengan gangguan tidur, kelelahan mental, serta penurunan fungsi kognitif yang dapat mempercepat gangguan neurodegeneratif. Untuk mengurangi dampak negatif kemarahan, berbagai teknik pengelolaan emosi seperti terapi perilaku kognitif, meditasi, dan teknik pernapasan telah terbukti efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengelola kemarahan untuk menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental.
Copyrights © 2025