Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi atau pandangan masyarakat Brajasakti mengenai bagaimana tradisi takiran menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan konsep fungsionalisme. Penelitian dilakukan di Desa Brajasakti 3 Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan. Peneliti memfokuskan penelitian ini pada aspek simbolik, makna, dan bagaimana tradisi takiran dapat menanamkan nilai-nilai agama Islam dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi takiran dapat menjadi wadah atau sarana sosialisasi nilai-nilai agama Islam melalui makna dan simbol yang terkandung dalam menu takiran yang meliputi nasi putih, ayam atau telur, bihun dan mie peyek serta serondeng, yang memiliki makna dalam kehidupan sebagai sudut pandang kehidupan masyarakat setempat.
Copyrights © 2025