Collaborative Governance adalah suatu hal penting dilakukan dalam kegiatan pengembangan ekowisata mangrove, jika tidak kerjasama antar kelompok atau aktor yang berkepentingan akan sulit mencapai perkembangan yang signifikan. Oleh sebab itu tujuan dibuatnya penelitian ini ialah untuk menganalisis kolaborasi aktor dan faktor penghambat dalam pengembangan ekowisata mangrove yang ada di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam menganalisis kolaborasi aktor peneliti menggunakan teori Ansell & Gash, kolaborasi dinilai melalui kegiatan dialog tatap muka, pemahaman bersama, komitmen dalam kolaborasi, membangun kepercayaan, dan hasil sementara. Kolaborasi aktor dalam pengembangan ekowisata mangrove di Desa Pangkalan Jambi ini belum efektif dimana para pemangku kepentingan melakukan dialog tatap muka masih belum terjadwal dengan baik, kegiatan dialog pun jarang mendudukkan seluruh aktor yang berkepentingan maupun yang berperan secara bersama-sama. Meski kolaborasi sudah ada upaya kegiatan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekowisata. Semua kegiatan itu terhambat karena beberapa hal seperti tidak adanya dialog yang terjadwal dengan menghadirkan seluruh pihak berkepentingan, serta tidak berjalan dengan baik komitmen antar aktor.
Copyrights © 2025