Tulisan ini membahas konsep pembacaan kontemporer terhadap kisah-kisah dalam al-Qur’an menurut Muḥammad Syaḥrūr, seorang pemikir Islam progresif yang menekankan pentingnya pendekatan rasional dan ilmiah dalam memahami teks al-Qur’an. Fokus kajian ini tertuju pada tiga asumsi dasar dalam pembacaan Syaḥrūr: (1) analisis linguistik berdasarkan ketergantungan pada teks al-Qur’an, (2) kecenderungan menyelaraskan makna teks dengan sains modern, dan (3) asumsi mengenai evolusi wahyu antar generasi para nabi. Dengan studi kasus pada kisah Nabi Nūḥ a.s., tulisan ini menunjukkan bagaimana Syaḥrūr mengonstruksi penafsiran ayat-ayat kisah ini untuk mendukung tesis evolusi risalah, mulai dari ketidakhadiran formalisasi syariat, rasionalisasi mukjizat, hingga pentakwilan usia Nabi Nūḥ. Kajian ini menggunakan metode elaborative-kritsi terhadap karya Syaḥrūr tentan tema ini. Ditemukan bahwa meskipun menawarkan pembacaan progresif, interpretasi Syaḥrūr tidak luput dari jebakan spekulasi historis dan dramatisasi saintifik yang justru menggeser kesetiaannya terhadap ketergantungan pada teks al-Qur’an.
Copyrights © 2025