Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak program pengembangan klaster ketahanan pangan terhadap peningkatan pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari petani bawang merah yang mengikuti dan tidak mengikuti program klaster ketahanan pangan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan survei lapangan, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis keuntungan dan perbandingan (komparatif) antara kelompok petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pendapatan yang signifikan pada petani yang mengikuti program klaster dibandingkan dengan yang tidak mengikuti program. Peningkatan keuntungan mencapai rata-rata 18,4% setelah mengikuti program. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh penurunan biaya variabel akibat bantuan dari program seperti subsidi benih dan pelatihan teknis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan klaster ketahanan pangan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pendapatan petani dan mendukung stabilitas pangan di daerah. Oleh karena itu, pengembangan program serupa perlu diperluas ke komoditas dan wilayah lain yang potensial. This study aims to analyze the impact of the food security cluster development program on increasing the income of shallot farmers in Enrekang Regency, South Sulawesi. The research method used is a quantitative and comparative descriptive approach. The population in this study consisted of shallot farmers who participated and did not participate in the food security cluster program. Data were collected through literature studies and field surveys, then analyzed using the profit analysis method and comparison (comparative) between farmer groups. The results showed that there was a significant increase in income for farmers who participated in the cluster program compared to those who did not participate in the program. The increase in profit reached an average of 18.4% after participating in the program. This difference was mainly due to a decrease in variable costs due to assistance from programs such as seed subsidies and technical training. These findings indicate that the food security cluster approach can be an effective strategy in increasing farmer income and supporting food stability in the region. Therefore, the development of similar programs needs to be expanded to other potential commodities and regions.
Copyrights © 2025