Motivasi kerja guru menjadi tantangan utama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di SMP Negeri Sub Rayon 11 Kota Semarang yang masih mencatat angka motivasi kerja guru hanya sebesar 41,5%. Kondisi ini memerlukan intervensi dari aspek manajerial, terutama dalam hal gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja yang diterapkan di sekolah. Hasil penelitian menyatakan bahwasanya budaya kerja dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi secara parsial dan sig pada motivasi kerja guru di SMP Negeri Sub Rayon 11 Kota Semarang. Dengan nilai R-Square senilai 0,456, kedua variable ini secara bersama-sama bertanggung jawab atas variasi 45,6% dalam motivasi kerja guru. Hasilnya menyatakan dibandingkan dengan kepemimpinan transformasional, budaya kerja memengaruhi kinerja guru. Guru bekerja di sekolah dengan lingkungan kerja yang mendukung, terbuka, dan kolaboratif menunjukkan lebih banyak keinginan untuk bekerja dibandingkan dengan guru yang bekerja di lingkungan kerja yang kurang mendukung. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah juga terbukti meningkatkan motivasi guru untuk bekerja, tetapi pengaruhnya lebih kecil daripada membangun budaya kerja.
Copyrights © 2025