Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika emosi dan strategi koping yang digunakan oleh seorang penyintas pelecehan siber akibat intimidasi dari mantan pasangan melalui akun-akun palsu di media sosial. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam, penelitian ini menggali pengalaman korban terkait perasaan, reaksi emosional, dan metode koping yang diterapkan untuk mengatasi tekanan psikologis yang dialaminya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami berbagai dampak emosional, seperti kecemasan, rasa malu, dan ketidakberdayaan, yang memengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Strategi koping yang digunakan korban mencakup pendekatan berfokus pada emosi, seperti membatasi penggunaan media sosial, serta pendekatan berfokus pada masalah, termasuk upaya pelaporan pada platform dan pihak berwenang. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan sosial dan respon hukum yang cepat untuk mengurangi dampak psikologis pada penyintas pelecehan siber.
Copyrights © 2025