Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan kartilago sendi dan menjadi penyebab utama disabilitas global, menyumbang 2,2% tahun hidup dengan disabilitas menurut Global Burden of Disease Study 2019. Salah satu manifestasi klinis OA adalah penurunan lingkup gerak sendi (LGS) yang berdampak pada kemampuan fungsional pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan LGS lutut pada pasien OA lutut. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan total sampling sebanyak 61 pasien OA lutut di Poliklinik Rehabilitasi Medik RSD Kota Tidore Kepulauan periode Januari 2020–November 2022. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, IMT, dan LGS lutut, kemudian dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan LGS pada pasien OA lutut (p=0,002), sedangkan jenis kelamin (p=0,206) dan IMT (p=0,255) tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Kesimpulannya, usia memiliki hubungan terhadap penurunan LGS pada pasien OA lutut, sementara jenis kelamin dan IMT tidak berpengaruh signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan faktor usia dalam program rehabilitasi pasien OA lutut untuk mempertahankan atau memperbaiki fungsi gerak sendi mereka.
Copyrights © 2025