Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REHABILITASI MEDIK PADA POLIOMIELITIS Pontoh, Lely M.; Angliadi, Engeline
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 7, No 2 (2015): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.7.2.2015.9327

Abstract

Abstract: Poliomyelitis (polio, infantile paralysis) is caused by a type of virus that has three serotypes: PV1, PV2, and PV3. Spreading of polio viruses from person-to-person is by faecal-oral route. Typical manifestations of poliomyelitis occur when the viruses spread, infect, and replicate in the cells of the central nervous system. The characteristic and most severe form of clinical manifestation of polio infection is paralytic polio that usually presents as asymmetrical permanent paralysis of the leg. The diagnosis of polimyelitis is confirmed based on anamnesis, physical examination, and additional examination. Medical rehabilitation programs are applied during acute, sub acute, recovery, and chronic phases.Keywords: poliomyelitis, virus, paralysis, diagnosis, medical rehabilitationAbstrak: Poliomielitis (polio, paralisis infantil) disebabkan oleh sejenis virus yang terdiri dari 3 serotipe, yaitu: PV1, PV2, dan PV3. Cara penularan penyakit ini dari manusia ke manusia melalui jalur fekal-oral. Manifestasi poliomielitis disebabkan karena penyebaran virus yang menginfeksi dan bereplikasi di dalam sel-sel sistem saraf pusat. Karakteristik dan bentuk manifestasi klinik yang paling berat dari infeksi polio ialah polio paralitik yang biasanya menyebabkan paralisis permanen asimetris pada tungkai. Diagnosis poliomielitis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Program rehabilitasi medik diterapkan pada fase akut, fase sub akut, fase penyembuhan, dan fase kronis poliomielitis.Kata kunci: poliomielitis, virus, paralisis, diagnosis, rehabilitasi medik
Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh Dengan Lingkup Gerak Sendi Lutut Pada Pasien Osteoarthritis Lutut Mustafa, Salsabila; Pontoh, Lely M.; Masrika, Nur Upik En
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i4.368

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan kartilago sendi dan menjadi penyebab utama disabilitas global, menyumbang 2,2% tahun hidup dengan disabilitas menurut Global Burden of Disease Study 2019. Salah satu manifestasi klinis OA adalah penurunan lingkup gerak sendi (LGS) yang berdampak pada kemampuan fungsional pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan LGS lutut pada pasien OA lutut. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan total sampling sebanyak 61 pasien OA lutut di Poliklinik Rehabilitasi Medik RSD Kota Tidore Kepulauan periode Januari 2020–November 2022. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, IMT, dan LGS lutut, kemudian dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan LGS pada pasien OA lutut (p=0,002), sedangkan jenis kelamin (p=0,206) dan IMT (p=0,255) tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Kesimpulannya, usia memiliki hubungan terhadap penurunan LGS pada pasien OA lutut, sementara jenis kelamin dan IMT tidak berpengaruh signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan faktor usia dalam program rehabilitasi pasien OA lutut untuk mempertahankan atau memperbaiki fungsi gerak sendi mereka.