Pemahaman merupakan suatu hal yang penting dalam pembelajaran, menjadi sebuah tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan termasuk dalam penelitian lapangan (field research). Sampel penelitian ini berjumlah 60 siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi Pearson’s Product Moment Corellation sebesar R = 0,264, yang mengindikasikan korelasi rendah atau lemah antara penggunaan metode Storytelling dan pemahaman materi PAI. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 34,36 + 0,269X. Meskipun korelasinya rendah, hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode Storytelling terhadap pemahaman materi PAI siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 26,4% menunjukkan bahwa 26,4% pemahaman materi PAI siswa dapat dijelaskan oleh penggunaan metode Storytelling, sedangkan 73,6% sisanya diduga dipengaruhi oleh variabel lain seperti metode pembelajaran, motivasi, lingkungan belajar, dan karakteristik individu.
Copyrights © 2025