Penulisan yang koheren dan kohesif merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), terutama di lingkungan multibahasa seperti Timor-Leste, di mana bahasa ibu siswa dapat memengaruhi cara mereka membangun teks dalam bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur frekuensi, dan menganalisis konteks penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal dalam tulisan deskriptif siswa kelas XII SMA Negeri Liquiçá, Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui tugas menulis teks deskriptif oleh 20 siswa yang diminta menggambarkan kecamatan asal mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi gramatikal didominasi oleh penggunaan konjungsi (78 kali) dan referensi (25 kali), sedangkan kohesi leksikal paling sering muncul dalam bentuk repetisi (53 kali) dan kolokasi (28 kali). Sementara itu, penggunaan substitusi, elipsis, sinonim, dan antonim masih terbatas, yang mencerminkan minimnya variasi dalam struktur dan kosakata tulisan siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa telah memahami bentuk kohesi dasar, mereka masih memerlukan penguatan dalam penguasaan kohesi yang lebih kompleks. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan strategi pengajaran menulis dalam program BIPA yang lebih menekankan pada variasi kohesi dan pengayaan kosakata, serta memperhatikan latar belakang bahasa ibu siswa agar mampu menghasilkan teks yang koheren, variatif, dan efektif.
Copyrights © 2025