Proses belajar mengajar yang berhasil adalah pembelajaran yang menyentuh tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Model berpikir kritis merupakan model yang menuntut siswa untuk mampu menganalisis, mensintesis dan menarik kesimpulan dari informasi yang diterimanya sehingga dapat membedakan informasi yang baik dan buruk serta mengambil keputusan yang kritis dan tepat berdasarkan informasi yang diterimanya. Penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran tradisional dapat menyebabkan kurang aktifnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat menyebabkan siswa cenderung mendengar dan menerima penjelasan guru, serta siswa tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara luas dan terbuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengananalis model pembelajaran inquiry learning terhadap peningkatan pikiran kritis dalam Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemikiran kritis dalam Pendidikan Agama Kristen.
Copyrights © 2024