Permintaan untuk perawat terampil di sektor kesehatan industri Indonesia terus meningkat, didorong oleh industrialisasi yang berkembang dan kebutuhan akan layanan kesehatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan perawat Indonesia untuk mengejar karier di layanan kesehatan industri, termasuk motivasi pribadi, profesional, dan organisasi. PRISMA digunakan untuk menganalisis publikasi dari PubMed, Google Scholar, dan Mendeley mengenai motivasi karier perawat Indonesia di bidang kesehatan industri. Setelah penyaringan, 12 studi yang memenuhi kriteria inklusi (studi empiris/konseptual; Indonesia/negara berkembang; tidak termasuk penelitian berbasis rumah sakit) dianalisis. Kerangka PICOT digunakan untuk mengidentifikasi disparitas signifikan.Analisis PRISMA mengkaji 12 studi yang memenuhi syarat mengungkapkan bahwa keputusan karier perawat Indonesia di sektor kesehatan industri terutama didorong oleh gaji (67% studi) dan keseimbangan kerja-hidup (58%), dengan peluang pengembangan profesional sebagai faktor sekunder kunci (42%). Analisis PICOT menemukan disparitas antara perawat di lingkungan industri (n=8 studi) dibandingkan dengan rumah sakit (n=4 studi pembanding). Faktor budaya, termasuk pengaruh keluarga (33% studi) dan persepsi prestise sosial, secara unik membentuk pilihan karier dalam konteks Indonesia. Hanya 2 studi (17%) yang membahas dampak kebijakan terhadap distribusi tenaga kerja, mengindikasikan kesenjangan bukti yang kritis. Penelitian ini merekomendasikan agar pembuat kebijakan dan institusi kesehatan mengembangkan kurikulum OHN yang terarah dan paket insentif khusus industri untuk meningkatkan retensi tenaga kerja dan pengembangan profesional di sektor ini.
Copyrights © 2025