Latar belakang masalah utama kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi. Karies gigi dapat mengganggu pengunyahan, sehingga kondisi ini dapat berdampak pada status gizi dan mempengaruhi kebutuhan nutrisi seseorang. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 sebesar 56,9% masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan rata-rata DMF-T anak usia 10-14 tahun sebesar 1,5%, pada anak yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebesar 5,4%. Prevalensi status gizi di Provinsi Sumatera Utara, 4,2% anak kategori sangat kurus, 5,2% anak kategori kurus, 72,2% anak kategori gemuk dan 6,5% anak kategori sangat gemuk. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SD Negeri Inpres 104222 Desa Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu. Metode : Penelitian ini di lakukan dengan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Inpres 104222 pada tanggal 27 Maret 2024. Populasi di SD Negeri Inpres 104222 adalah 86 murid, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan kriteria khusus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square kemudian data di analisa menggunakan program SPSS. Hasil : Pada hasil penelitian ini status karies gigi yang paling banyak pada kategori tinggi sebanyak 12 anak (33,3%), status gizi yang paling banyak pada kategori normal sebanyak 24 anak (66,7%) dan uji statistik chi square (p<0,05) menyatakan, bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SD Negeri Inpres 104222 Desa Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu (p=0,038). Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada murid SD Negeri Inpres 104222 Desa Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu. Disarankan kepada masyarakat khususnya pada anak-anak yang masih dalam pengawasan untuk lebih memperhatikan tentang kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan cara rajin memeriksakan gigi minimal setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi atau ke pelayanan kesehatan, serta makan-makanan yang bergizi seimbang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
Copyrights © 2025