Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak Disleksia usia delapan tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multisensory, pembelajaran berbasis media interaktif seperti flash card dan puzzle huruf, serta pengulangan secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia. Strategi seperti membaca keras (reading aloud), metode bercerita, dan pemberian apresiasi juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri anak. Anak yang awalnya kesulitan mengenali huruf, angka, dan warna menunjukkan kemajuan signifikan setelah menjalani terapi selama empat bulan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan individual dan dukungan emosional dari orang tua serta guru untuk membantu anak disleksia mengatasi hambatan belajar mereka.
Copyrights © 2025