Keterbatasan ruang publik anak di Tolitoli menunjukkan pentingnya perancangan taman bermain yang aman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan merancang taman bermain edukatif yang mendorong perkembangan anak secara kognitif, sosial, dan motorik. Pendekatan desain berbasis lingkungan psikologis digunakan dengan mempertimbangkan tahapan usia dan kebutuhan aktivitas anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan orang tua dan pemangku kepentingan, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman bermain yang menggabungkan zonasi usia, unsur edukatif, serta fasilitas inklusif dan mudah diakses dapat meningkatkan kualitas ruang publik anak. Taman ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran informal. Studi tapak dilakukan di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, yang memiliki jumlah anak usia 0–14 tahun cukup tinggi dan memiliki aksesibilitas yang baik, sehingga dinilai tepat untuk pengembangan ruang publik ramah anak.
Copyrights © 2025