Latar belakang: Infusa daun alpukat (Persea americana Mill.) dan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat peluruh batu ginjal dalam bentuk rebusan. Tujuan: Mengetahui pengaruh infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dalam meluruhkan kalsium batu ginjal menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Metode: Batu ginjal yang digunakan dihomogenkan kemudian di uji kualitatif kimiawi untuk mengetahui adanya kalsium. Untuk mengetahui adanya flavonoida Infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dengan menggunakan Wilstatter Test. Batu ginjal dibagi menjadi tujuh kelompok, masing-masing direndam dalam larutan aquades, larutan Calcusol 1,2b/v, infusa daun alpukat 5%b/v, 10%b/v, 15%b/v, 20%b/v, dan 25%b/v sedangkan pada ekstrak daun pandan wangi konsentrasi yang digunakan 0,625% b/v, 1,25% b/v, 2,5% b/v, 5% b/v dan 10% b/v selama ±5 jam dengan suhu ±37°C. Hasil: Analisis kualitatif flavonoid dengan Wilstatter Test menghasilkan warna merah tua yang mengindikasikan adanya senyawa flavonoid. Simpulan dan saran: Infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi positif mengandung flavonoid serta mampu melarutkan kalsium batu ginjal. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara in vivo untuk mengetahui kemampuan infusa daun alpukat dan ekstrak daun pandan wangi dalam melarutkan kalsium batu ginjal.
Copyrights © 2015