Gagal ginjal kronik dengan terapi hemodialisis dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan psikologis. Kecemasan merupakan bentuk kekhawatiran yang samar dan menyebar, berkaitan dengan perasaan yang tidak menentu serta ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi. Hemodialisis, sebuah terapi untuk individu dengan gangguan fungsi ginjal, dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional dan menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 254 orang dan sampel berjumlah 80 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini instrumen pengetahuan, instrumen dukungan keluarga, dan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), analisa bivariat menggunakan uji chi square. Uji statistik didapatkan hasil lama menjalani hemodialisis (p=0,014), nyeri (p=0,003), dukungan keluarga (p=0,007), pengetahuan (p=0,003), jenis kelamin (p=0,016), dan usia (p=0,001) dengan kecemasan. Ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lama hemodialisis, nyeri, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Perlu perhatian khusus bagi pasien hemodialisis agar faktor-faktor tersebut tidak dijadikan suatu masalah yang membuat mereka mengalami kecemasan yang berat.
Copyrights © 2025