Fenomena homeschooling di Indonesia mengalami perkembangan signifikan sebagai alternatif pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi media massa terhadap praktik homeschooling berbasis nilai-nilai Islam melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan analisis komparatif. Data dikumpulkan dari 20 artikel media massa nasional dan Islam yang terbit antara 2019–2025, dianalisis berdasarkan narasi, narasumber, tantangan, dan manfaat yang diangkat. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas media Islam menampilkan narasi positif, menekankan integrasi nilai agama, fleksibilitas pembelajaran, dan kontrol orang tua, sementara media umum cenderung netral dengan fokus pada isu regulasi dan legalitas. Tantangan utama mencakup kurangnya regulasi, akses materi ajar Islami, serta stigma sosial, sedangkan manfaat yang menonjol antara lain penanaman nilai agama, adaptasi pembelajaran, dan dukungan emosional keluarga. Penelitian ini menegaskan peran strategis media dalam membentuk persepsi publik dan mendorong diskursus kritis terhadap pendidikan formal, serta menunjukkan bahwa homeschooling berbasis Islam berpotensi menjadi model pendidikan alternatif yang adaptif, spiritual, dan kontekstual.
Copyrights © 2025