Anak tunarungu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pendidikan yang tepat. Hambatan komunikasi dan keterbatasan pendengaran menuntut peran aktif guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan potensi anak tunarungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan Madura, strategi pembelajaran yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam mengidentifikasi potensi anak melalui observasi dan kerja sama dengan orang tua, menggunakan pembelajaran berbasis visual dan bahasa isyarat, serta menghadapi tantangan seperti keterbatasan kosakata dan perbedaan bahasa isyarat. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan jembatan komunikasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan anak tunarungu.
Copyrights © 2025