Ketidakstabilan ekonomi global menuntut BUMN di Indonesia untuk menjaga kondisi keuangan yang sehat, meskipun sebagian mengalami penurunan kinerja yang mengarah pada financial distress. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kondisi financial distress pada BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Aspek tata kelola yang diteliti meliputi jumlah dewan direksi, proporsi komisaris independen, dan kepemilikan manajerial. Financial distress diukur menggunakan metode Altman Z-Score. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif serta analisis regresi linier berganda. Data diambil dari 15 BUMN selama lima tahun pengamatan, menghasilkan 75 observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah direksi dan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, sementara proporsi komisaris independen justru memiliki pengaruh positif signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa struktur tata kelola memiliki peran penting dalam stabilitas keuangan BUMN.
Copyrights © 2025