Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan keuangan daerah Kota Payakumbuh berdasarkan dokumen Ringkasan Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2024, dengan fokus pada identifikasi tantangan dan peluang dalam pengelolaan fiskal daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur pendapatan daerah masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif rendah, yaitu hanya sekitar 17,3% dari total pendapatan. Di sisi belanja, alokasi anggaran didominasi oleh belanja operasi, terutama belanja pegawai, yang menyerap lebih dari separuh total anggaran belanja. Kondisi ini menunjukkan rendahnya efisiensi fiskal dan terbatasnya ruang untuk belanja pembangunan yang produktif. Meskipun demikian, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan melalui optimalisasi sumber-sumber PAD, penerapan anggaran berbasis kinerja, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah. Reformasi fiskal secara bertahap diperlukan untuk meningkatkan kemandirian dan efektivitas APBD sebagai instrumen pembangunan daerah.
Copyrights © 2025