Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi nilai kepemimpinan dalam Tari Manduda, sebuah tarian tradisional masyarakat Batak Simalungun, melalui pendekatan semiotika budaya Lotman (1990). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tentang unsur-unsur tari yang memuat simbol-simbol kepemimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tari Manduda tidak hanya sebagai ekspresi seni, tetapi juga sebagai media simbolik yang mengkomunikasikan nilai-nilai kepemimpinan seperti perlindungan, kebijaksanaan, kewibawaan, kolaborasi, dan ketenangan emosional. Unsur-unsur tari seperti gerakan tangan, pola lantai, kostum adat, musik gondang, dan ekspresi wajah secara sistematis merepresentasikan sosok pemimpin ideal menurut budaya Batak Simalungun. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa tradisi seni pertunjukan memiliki peran penting dalam pelestarian dan transmisi nilai-nilai sosial dan budaya lokal.
Copyrights © 2025