Penelitian ini menganalisis konstruksi teoretis pembentukan insan kamil sebagai respons terhadap krisis identitas generasi Muslim kontemporer melalui perspektif filosofis pendidikan Islam modern. Metodologi kualitatif deskriptif-analitis digunakan untuk mengeksplorasi paradigma integratif yang mensinergikan nilai-nilai spiritual tradisional dengan tuntutan modernitas. Temuan menunjukkan bahwa krisis identitas generasi Muslim bersifat multidimensional, melibatkan aspek psikologis, sosiologis, dan spiritual yang memerlukan pendekatan holistik. Rekonstruksi paradigma pendidikan Islam memerlukan transformasi epistemologis fundamental yang mengintegrasikan dimensi transcendent dengan realitas immanent. Model pendidikan integratif yang dikembangkan menekankan character development yang comprehensive melalui curriculum multidimensional, metodologi experiential, dan teknologi-enhanced learning. Kesimpulan mengindikasikan bahwa pembentukan insan kamil achievable melalui implementasi systematic framework pendidikan yang mensinergikan spiritual formation dengan intellectual development untuk menghasilkan generasi yang resilient terhadap tantangan modernitas.
Copyrights © 2025