Hasil belajar merupakan indikator penting dalam proses pembelajaran karena mencerminkan pencapaian siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dalam konteks pembelajaran di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Islami Kaampar, khususnya dalam mata pelajaran tajwid, hasil belajar menunjukkan variasi yang cukup signifikan, dengan beberapa santri belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Pondok ini menerapkan dua metode utama dalam halaqoh hafalan Al-Qur’an, yaitu metode tasmi’ dan talaqqi. Metode tasmi’ menekankan pengulangan bacaan Al-Qur’an di hadapan guru atau kelompok, dengan fokus pada pelafalan yang benar dan penguatan hafalan. Sedangkan metode talaqqi menitikberatkan pada interaksi langsung antara guru dan santri untuk memperbaiki bacaan serta memastikan pemahaman aturan-aturan tajwid secara tepat. Kedua metode ini diyakini memberikan kontribusi terhadap penguasaan tajwid, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh metode tasmi’ dan talaqqi terhadap hasil belajar tajwid santri, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta mendukung pengembangan strategi pembelajaran tajwid yang lebih efektif di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2025