Di era digital, terjemahan otomatis membantu memahami lirik lagu asing, namun sering terjadi kesalahan makna karena banyak kiasan budaya atau idiom. Kajian dari Haikal & Ali (2025) menunjukan bahwa meskipu teknologi berkembang, kesalahan makna tetap ada. Lagu “I’m Pretty” dari Katseye dipilih sebagai objek penelitian karena banyak ungkapan idiom yang sering salah diterjemahkan oleh mesin terjemahan otomatis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan menampilkan sebuah analisa hasil penerjemahan dengan teknik penerjemahan secara Literal dan Idiomatik sesuai teori milik Mildred Larson. Kemudian dibandingkan dengan penerjemahan otomatis dari Youtube yang bersumber dari HAMT . Dari analisa yang telah dilakukan, terjemahan otomatis Youtube yang berbasis HAMT masih kurang akurat, terutama pada kata “pretty” yang salah diterjemahkan menjadi “cantik”. Selain itu masih banyak frasa dan kalimat diterjemahkan secara langsung sehingga butuh perbaikan terjemahan dan penjelasan mendetail agar lagu dapat tersampaikan jelas dan menghindari kerancuan arti lagu.
Copyrights © 2025