Perubahan yang canggih telah merasuki hampir setiap aspek kehidupan, termasuk struktur dan unsur keluarga. Fleksibilitas keluarga saat ini dihadapkan pada tantangan baru yang muncul akibat penetrasi inovasi teknologi, seperti kecanduan gadget, interaksi yang minim antaranggota keluarga, dan krisis dalam aspek pengasuhan anak. Dalam konteks ini, konseling keluarga muncul sebagai metode intervensi yang relevan untuk mempertahankan kesepakatan, meningkatkan komunikasi, dan membangun nilai-nilai fleksibilitas di dalam keluarga. Artikel ini merupakan kajian konseptual yang bertujuan untuk menjelaskan peran konseling keluarga dalam memperkuat fleksibilitas keluarga di era digital. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis literatur nasional yang relevan dari tahun 2020 hingga 2025. Temuan menunjukkan bahwa konseling keluarga dapat berfungsi sebagai alat kunci dalam menangani konflik digital, mengembangkan fleksibilitas mental keluarga, dan mendukung perkembangan komunikasi yang percaya diri dan empati. Kesimpulannya, konseling keluarga dapat menjadi pilar penting dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang berkembang di era digital.
Copyrights © 2025